Sebuah produk tidak akan dapat “memasarkan” dirinya sendiri dengan baik dan memenangkan tingkat persaingan yang ketat bila tidak ditunjang oleh strategi pemasaran yang baik pula yang dapat meningkatkan daya saing produk tersebut di mata konsumen.

Strategi pemasaran yang baik untuk dapat meningkatkan daya saing suatu produk haruslah dilengkapi dengan berbagai elemen penunjang.

I. Tingkatkan Kualitas Produk dan Layanan

Kualitas merupakan elemen utama bagi peningkatan daya saing suatu produk. Suatu produk dapat lebih mudah memenangkan tingkat persaingan yang kian ketat di pasaran bila kualitasnya selalu terjaga. Namun pengertian kualitas dalam era globalisasi dewasa ini tidak hanya terbatas pada Kualitas Produk yang ditawarkan, namun juga meliputi Kualitas Layanan yang menyertai penjualan suatu produk. Bila dulu konsep pemasaran konvensional dapat secara tegas membedakan antara perusahaan penjual produk dengan perusahaan penjual jasa, maka kini pembedaan seperti itu tidak lagi dapat diberlakukan bila suatu perusahaan ingin dapat meningkatkan daya saingnya. Saat ini seluruh perusahaan, baik perusahaan penghasil produk maupun penjual jasa, haruslah bersikap sebagai “The Real Service Company” bagi para konsumennya guna dapat memenangkan tingkat persaingan yang semakin tajam serta meraih loyalitas konsumen. Dengan demikian pengertian Service kini telah meluas tidak saja hanya sebagai jenis layanan yang dijual tapi juga mencakup pengertian layanan yang menyertai terjualnya suatu produk di pasaran, baik berupa pelayanan pada saat penjualan maupun pelayanan purna jual (after sales service). Kualitas yang baik pada akhirnya akan merupakan salah satu faktor yang memberikan nilai tambah (value added) pada suatu produk.

Produk consumer electronics merupakan non-consumable product dan termasuk dalam produk yang memiliki masa pakai cukup lama. Hal ini membuat banyaknya pertimbangan yang diambil calon konsumen sebelum memutuskan suatu pembelian produk. Keunggulan produk merupakan salah satu pertimbangan utama dari calon konsumen dalam membeli produk consumer electronics. Keunggulan ini tidak terlepas dari aspek kualitas dari produk itu sendiri serta nilai tambah (value added) yang ditawarkan oleh produk tersebut. Disamping itu calon konsumen akan sangat mempertimbangkan segi kualitas pelayanan yang diberikan, khususnya jaminan layanan purna jual (after sales), karena setiap orang pada dasarnya selalu menginginkan jaminan kepastian atas bentuk penyelesaian dari setiap masalah yang mungkin timbul. Oleh karena itu layanan purna jual yang baik dan cepat tanggap menjadi faktor utama penentu dalam memenangkan persaingan di pasar consumer electronics product. Walau demikian, kualitas layanan pada saat penjualan tetap tidak dapat diabaikan. Calon konsumen akan merasa sangat dihargai bila mendapatkan layanan yang ramah pada saat dia akan melakukan keputusan pembelian. Seringkali kesan keramahan yang diperolehnya akan mempengaruhi dan mempercepat proses pengambilan keputusan seseorang untuk membeli suatu produk.

Keunggulan suatu brand dari produk consumer electronics dalam segi kualitas produk serta service yang menyertainya, baik layanan penjualan maupun layanan purna jual akan membuat brand tersebut memiliki citra (image) yang positif di mata konsumen yang pada akhirnya dapat meraih loyalitas konsumen untuk selalu membeli produk dalam brand yang sama.

II. Tanamkan Nilai-nilai Utama

Nilai yang dikandung suatu produk juga merupakan elemen penting untuk meningkatkan daya saing produk tersebut. Namun seperti halnya kualitas, telah terjadi pergeseran pengertian Nilai dari suatu produk. Nilai suatu produk tidak lagi hanya ditentukan dari kualitas yang baik maupun harga murah saja, tetapi juga ditentukan oleh sederetan faktor penentu nilai lainnya seperti kemudahan pembelian (convenience of purchase) yang terkait dengan ketersediaan (availability) suatu produk dipasaran serta jalur distribusi yang baik serta tingkat pelayanan yang memuaskan (service excellence). Hal ini disebabkan karena harapan konsumen selalu berkembang, sehingga penjualan suatu produk harus dapat memenuhi harapan konsumen secara tepat agar tercapai kepuasan konsumen (customer satisfaction).

Ada tiga macam nilai utama yang harus bisa dipenuhi oleh produsen suatu produk untuk dapat meningkatkan daya saingnya.

Ke – 3 macam nilai tersebut adalah:
- Operational excellence.
- Customer Intimacy.
- Product Leadership.

Operational excellence merupakan suatu nilai dimana produsen harus selalu menjaga efisiensi dan meningkatkan kualitas dari system / proses penghasil produk maupun system pelayanan yang diberikan untuk senantiasa dapat memuaskan konsumen. Kepuasan konsumen akan kualitas serta layanan yang diberikan oleh brand dari suatu produk, akan membuat sulitnya konsumen melakukan brand switching (beralih pada brand lain).

Customer intimacy merupakan suatu nilai dimana produsen harus dapat memenuhi kebutuhan dan harapan konsumen. Suatu produk / jasa yang baik tidak hanya sekedar dapat memenuhi apa yang menjadi kebutuhan dasar (basic need) dari konsumen tapi sebaiknya juga dapat memenuhi apa yang menjadi kebutuhan yang mendalam (deeply need) dari konsumen. Kebutuhan yang mendalam (deeply need) merupakan kebutuhan konsumen yang belum dirasakannya pada saat suatu produk / jasa ditawarkan kepadanya, sehingga seringkali disebut sebagai kebutuhan terselubung yang belum terucapkan (unarticulated need). Namun ketika produk / jasa tersebut ditawarkan, konsumen menyadari bahwa produk / jasa itu dapat memenuhi kebutuhan maupun harapannya akan sebuah produk / jasa yang bermutu. Untuk itu diperlukan inovasi terus-menerus agar nilai yang ditawarkan suatu produk selalu dapat menyesuaikan dengan kebutuhan konsumen, bahkan melebihi apa yang menjadi harapan konsumen (exceeding the customer expectation).

Product Leadership merupakan nilai yang harus dianut produsen dengan mendasarkan pada keunggulan untuk terus menerus melakukan inovasi pada produk maupun jasa yang dihasilkan sehingga dapat selalu menjadi leader dalam industrinya. Nilai semacam ini menuntut kreatifitas yang tinggi serta kecepatan dalam membaca kebutuhan pasar, terutama kebutuhan yang terselubung agar dapat meraih keunggulan. Namun penerapan nilai ini harus tetap dapat memenuhi tuntutan dari nilai ke – 2 tersebut di atas yaitu Customer intimacy, sehingga setiap inovasi yang dilakukan haruslah selalu disesuaikan dengan kebutuhan dan harapan konsumen. Dengan demikian walaupun produk yang ditawarkan dapat melebihi harapan konsumen pada saat itu (exceeding the customer expectation) namun tidak menyimpang dari kebutuhan konsumen agar tidak terjadi penawaran produk / jasa yang tidak dibutuhkan dan tidak dapat diserap oleh pasar.

Bagi suatu produsen penghasil produk consumer electronics maka ke – 3 nilai utama tersebut di atas sangat penting dalam meningkatkan daya saing produk untuk dapat menjadi leader dalam industrinya serta dapat meraih loyalitas konsumen dan bahkan memperbesar pangsa pasarnya melalui terbentuknya citra (image) yang baik.

III. Tetapkan Posisi (Positioning Statement) yang tepat

Penetapan Posisi (positioning statement) yang diinginkan sangat diperlukan untuk dapat melahirkan citra (image) akan produk / jasa yang diharapkan. Positioning Statement yang jelas akan mempermudah arah penetapan strategi pemasaran suatu produk serta memperjelas target pasar yang akan dibidiknya. Dengan demikian dapat terhindar inefficiency dalam menjalankan program-program promosi. Untuk dapat lebih meningkatkan daya saing suatu produk saat dipasarkan, usahakan penetapan positioning yang unik dan berbeda dengan positioning produk pesaing. Suatu produk yang dapat memposisikan dirinya sebagai Leader dan Trend Setter (bukan hanya sekedar follower) akan lebih mudah untuk dapat meraih pangsa pasar. Penetapan positioning haruslah memperhatikan aspek psikologis dari masyarakat pada pasar yang dituju, disamping aspek demografis dan geografis, karena seringkali sebuah trend lahir karena sesuai dengan life style yang diinginkan oleh masyarakat dalam target pasar yang dituju.

IV. Ciptakan Brand Equity yang kuat

Brand equity yang kuat dan citra positif sangat diperlukan dalam menjalankan usaha sebagai salah satu kunci keberhasilan untuk meraih kepercayaan publik. Citra positif dari brand suatu produk / jasa ini pada akhirnya akan meningkatkan kepercayaan konsumen untuk menggunakan produk / jasa yang ditawarkan. Hal ini sangat penting karena daya saing dan kesuksesan pemasaran suatu produk / jasa sangat ditentukan oleh pengakuan masyarakat terhadap brand dari produk / jasa tersebut.

Brand yang kuat dan memiliki citra positif merupakan Jaminan bagi konsumen untuk menggunakan produk / jasa dari brand tersebut dan merupakan Equity bagi perusahaan / produsen. Pada dasarnya konsumen selalu mempertimbangkan brand, khususnya untuk produk yang bersifat non-consumable dan memiliki masa pakai cukup lama. Rasa terjamin dan kepuasan yang didapat dari penggunaan suatu brand merupakan nilai tambah tersendiri bagi konsumen, yang pada akhirnya memberikan nilai tambah pula bagi perusahaan / produsen. Kepercayaan yang diberikan oleh konsumen pada suatu brand membuat konsumen enggan beralih pada brand lain (memperkecil brand switching) karena tidak ingin menanggung resiko pada brand lainnya yang belum tentu memberikan jaminan kepuasan. Sehingga loyalitas konsumen dapat diraih karena konsumen akan selalu melakukan re-selling atas produk-produk dengan brand tersebut. Disamping itu, seorang konsumen yang merasa puas dan terjamin dengan suatu brand akan sangat mungkin menganjurkan calon potensial konsumen lain untuk membeli produk dengan brand tersebut, yang pada gilirannya akan memperluas pangsa pasar dari suatu brand.

Namun Brand equity hanya dapat tercapai bila konsumen merasa puas dan mendapat kepastian jaminan, yang tentunya tidak terlepas dari kualitas maupun nilai tambah dari produk yang ditawarkan serta kualitas dari layanan yang menyertai penjualan produk tersebut.
Dan kepuasan konsumen (customer satisfaction) ini hanya akan bisa terjadi bila perusahaan / produsen selalu berupaya melakukan perbaikan dan inovasi terus menerus dalam proses produksi maupun system pelayanan yang efisien, cepat serta responsif terhadap apa yang menjadi kebutuhan serta harapan konsumen.

Untuk mendapatkan Brand equity yang kuat, maka suatu Brand haruslah dapat menembus batas-batas emosional target pasarnya. Dengan demikian suatu Brand yang memperoleh pengakuan kuat dari konsumennya adalah Brand yang dapat diterima oleh hati konsumennya, bukan sekedar diterima oleh akal. Oleh karena itu perlu diciptakan program-program promosi maupun keperdulian terhadap konsumen (customer care) yang dapat membangun suatu keterikatan emosional antara Brand dengan konsumen / target pasarnya.

Dengan tercapainya Brand Equity yang kuat serta hubungan emosional dengan target pasarnya yang tentunya harus didukung oleh kualitas produk maupun layanan yang baik, maka seringkali faktor harga tidak lagi menjadi faktor sensitif bagi target pasarnya, karena perceived quality biasanya mempunyai korelasi kuat dengan premium price. Sehingga brand yang dipersepsi selalu menjaga kualitas tinggi umumnya bisa menjual produk / jasa dengan harga yang lebih tinggi karena konsumennya sudah merasa mendapat nilai tambah (value added) yang lebih tinggi dari brand tersebut, yang pada gilirannya dapat memberikan keuntungan lebih bagi perusahaan / produsen. Hal ini telah terjadi pada beberapa brand dalam industri otomotif seperti Mercy dan BMW.

V. Ciptakan Citra (Image) Positif di Mata Publik

Penciptaan Citra positif dari suatu perusahaan / produsen penghasil produk / jasa sangat erat kaitannya dengan penciptaan Brand equity untuk dapat meraih kepercayaan publik. Citra positif di mata publik hanya dapat tercapai bila keseluruhan perusahaan mencerminkan citra yang ingin diposisikan tersebut, karena publik akan lebih mengakui citra yang tercermin langsung dari setiap sikap dan kegiatan suatu perusahaan.

Oleh karena itu langkah awal yang harus diupayakan adalah menanamkan dan meningkatkan keyakinan dan kepercayaan diri di dalam tubuh perusahaan itu sendiri sebagai sebuah perusahaan yang profesional. Untuk selanjutnya sebuah motto dengan citra positif dapat didengungkan ke publik sehingga pada akhirnya perusahaan dapat memperoleh pengakuan dari masyarakat luas.

a. Tanamkan Kepercayaan dan Keyakinan dalam Tubuh Perusahaan

Peningkatan citra positif hanya dapat diperoleh dengan adanya Visi dan Misi yang jelas (clear) serta Komitmen yang kuat (strong commitment) dari manajemen puncak terhadap arah dan tujuan usaha.
Komitmen yang kuat dari jajaran manajemen puncak sangat diperlukan untuk memberikan rasa yakin, percaya dan rasa aman bagi seluruh jajaran karyawan dalam melaksanakan setiap kegiatan usaha yang merupakan ujung tombak pelaksana jalannya usaha guna dapat mencapai tujuan akhir yang telah disepakati bersama.

Oleh sebab itu Visi dan Misi yang jelas maupun Komitmen yang kuat haruslah didengungkan dan disosialisasikan oleh manajemen puncak ke segenap karyawan, agar memiliki keseragaman sikap, arah gerak dan tujuan.

Visi dan Misi ini pula yang menjadi cikal bakal dari terbentuknya Budaya perusahaan (corporate culture) yang berakar kuat diseluruh perusahaan serta lahirnya Identitas perusahaan (corporate identity) yang dapat mencirikan Keunggulan utama (core competence) suatu perusahaan di mata publik.

Nilai-nilai keyakinan dan kepercayaan yang kuat dari seluruh jajaran manajemen maupun karyawan yang tercermin dalam sikap maupun tindakan, secara langsung maupun tidak langsung dapat pula berfungsi sebagai bagian dari mata rantai “public relation” bagi perusahaan maupun brand dari produk / jasa yang dihasilkan, yang pada akhirnya dapat meningkatkan keyakinan publik akan keunggulan brand tersebut.
Untuk dapat tumbuh menjadi perusahaan yang profesional maka harus ada suatu nilai-nilai dasar yang sama yang tertanam disetiap sikap (attitude) maupun kegiatan seluruh perusahaan yang pada akhirnya akan membawa perusahaan ke tujuan yang telah ditetapkan bersama.

Nilai-nilai dasar yang lahir dari Visi dan Misi perusahaan selanjutnya dituangkan dalam bentuk Budaya perusahaan (corporate culture) agar dapat lebih mudah disosialisikan dan diserap sebagai acuan dasar bagi setiap kegiatan perusahaan.

Budaya perusahaan yang mencerminkan profesionalitas haruslah tersosialisasikan dengan baik (widely shared) dan tertanam kuat diseluruh bidang kegiatan perusahaan (deeply rooted). Namun budaya perusahaan akan lebih mudah tersosialisasi dan tertanam kuat bila ada komitmen yang kuat pula dari seluruh jajaran manajemen untuk menjalankannya.

Agar lebih mudah tersosialiasi dan tertanam kuat sebagai suatu Budaya perusahaan, maka Visi dan Misi dapat dituangkan dalam bentuk Motto perusahaan.

Penggunaan Visi dan Misi sebagai Budaya Perusahaan dalam bentuk Motto telah terbukti membawa beberapa perusahaan terkemuka tetap bertahan dan bahkan mencapai puncak keberhasilan. Seperti halnya Astra yang berhasil keluar dari kesulitan saat citranya menurun diguncang kasus Bank Suma dan membuktikan dirinya sebagai simbol kemenangan profesionalisme, bahkan telah dianggap sebagai salah satu aset penting dalam dunia perindustrian Indonesia, dengan berpegang teguh pada Catur Dharmanya yaitu “Menjadi aset nasional (Nation), Tim kerja yang tangguh (Team Work), Kualitas (Quality) dan Menjadi yang terbaik (The Best)”. Atau IBM dengan prinsip “Rasa hormat dan pengakuan pada setiap individu, Pelayanan yang terbaik (best service) dan Kualitas (quality)”. Hallmark card yang menganut nilai-nilai “Unggul (quality), Inovatif (inovation), Bermoral (etics) dan Bertanggungjawab (responsible)”. Serta Matsushita yang berpegang pada prinsip “Best service with offering good quality product to fulfill consumer need and expectation”. Nilai-nilai yang dipegang teguh dan dituangkan dari Visi dan Misi yang jelas telah membawa sejumlah perusahaan terkemuka meraih puncak kejayaan dan bahkan pemimpin (leader) dalam bidangnya.

b. Gemakan Citra Positif ke Seluruh Publik

Sebuah Citra positif haruslah diupayakan untuk digemakan ke seluruh lapisan masyarakat agar publik dapat mengetahui, menerima, dan pada akhirnya mengakui keberadaan sebuah perusahaan. Citra positif yang didengungkan haruslah disesuaikan dengan Posisi (positioning) yang diinginkan perusahaan dalam lingkup industri / usahanya, yang didukung oleh sikap perusahaan dalam setiap bidang kegiatannya.
Profesionalitas merupakan kunci sukses utama dalam memenangkan persaingan yang tajam di era globalisasi ini. Oleh karena itu sebuah perusahaan yang menginginkan kesuksesan serta peningkatan daya saing dari produk / jasa yang ditawarkannya haruslah bersikap Profesional dalam setiap bidang kegiatannya.

Selanjutnya ukuran profesionalitas sangat erat kaitannya dengan Kualitas yang dihasilkan. Dengan demikian perusahaan yang ingin memposisikan dirinya sebagai perusahaan yang profesional haruslah mengutamakan mutu dalam setiap produk maupun jasa yang dihasilkan.
Untuk dapat mencitrakan dirinya ke publik sesuai dengan posisi yang diinginkan maka disamping budaya perusahaan yang tertanam kuat pada seluruh sikap dan kegiatan perusahaan, diperlukan juga Identitas perusahaan (corporate identity) yang dapat memperlihatkan citra perusahaan tersebut ke masyarakat luas.

Pemilihan filisofi, semboyan ataupun motto yang tepat sangatlah penting dalam menentukan identitas sebuah perusahaan. Identitas inilah yang akan selalu “mewakili” dan “mencirikan” kekuatan inti (core competence) sebuah perusahaan di masyarakat untuk mencapai citra dan posisi yang diharapkan.

Beberapa perusahaan yang telah berhasil mencitrakan dirinya melalui identitas yang tepat adalah Mc Donald yang telah berhasil menembus pasar fast food dunia dengan semboyan citranya “Quality, Service, Cleanliness and Value” yang mencerminkan karakter utama serta posisi yang diinginkannya. Atau Singapore Airline yang mencitrakan dirinya dengan simbol “Singapore Girls” yang penuh keramahtamahan, keluwesan, dan senyuman namun tetap cekatan dan selalu menjaga profesionalitas. Cocacola dengan “Always Cocacola” yang mencerminkan keberadaannya dan keunikannya bagi seluruh lapisan masyarakat. Serta Nokia dengan motto “Teknologi yang mengerti Anda (Human Technology)”, yang mencerminkan keperduliannya terhadap kebutuhan konsumen.

Pemanfaatan figur publik (public figure) yang disegani dan dihormati dalam mendengungkan citra serta komitmen suatu perusahaan juga dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan citra positif yang diinginkan. “Image is Power” demikian pendapat Philip Kotler. Ternyata keberadaan seorang Chief Executive Officer (CEO) atau Pemilik perusahaan yang terkenal dan merupakan figur publik yang disegani dapat memberikan “pengaruh” besar untuk menarik perhatian publik akan produk / jasa yang ditawarkan oleh perusahaannya ataupun meningkatkan citra perusahaannya, serta dapat berperan sebagai “public relation” bagi perusahaannya sendiri baik secara langsung maupun tidak langsung melalui serangkaian komitmennya dalam dunia usaha. Hal ini akan semakin menunjang meningkatnya citra positif perusahaan bila komitmen-komitmen yang dikeluarkan mencerminkan sikap profesionalitas yang tinggi, serta keperdulian terhadap kebutuhan masyarakat yang pada akhirnya dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaannya.

VI. Jalankan Program Promosi dan Customer Care

Penggunaan program promosi secara massal yang ditujukan untuk seluruh kategori pelanggan potensial (mass promotion program) seringkali tidak efektif, karena pesan yang disampaikan tidak sampai pada kategori-kategori pelanggan tertentu. Oleh karena itu penggunaan program promosi massal tidak dianjurkan untuk terlalu sering digunakan karena pada akhirnya hanya membuang-buang dana anggaran.

Agar lebih efektif maka program pemilihan promosi maupun program keperdulian pelanggan (customer care) haruslah tepat dan sesuai dengan kategori pelanggan yang dituju.

Untuk pelanggan yang sudah pernah membeli produk / jasa dari suatu brand (present customer), tidak diperlukan program promosi yang hanya menjelaskan manfaat produk / jasa secara umum, karena mereka tentunya sudah mengetahui dengan jelas manfaat yang diberikan. Yang diperlukan adalah program promosi serta customer care yang dapat merangsang present customer melakukan re-selling dan bahkan loyal terhadap brand tersebut, seperti pemberian point dalam setiap pembelian produk yang dapat ditukarkan dengan produk senilai tertentu sesuai dengan jumlah point yang terkumpul.

Sedangkan untuk strong potensial customer (calon pelanggan yang memiliki potensi besar membeli produk / jasa yang ditawarkan), lebih tepat bila diberikan program promosi yang dapat menjelaskan nilai tambah yang diperoleh dari produk / jasa tersebut untuk meningkatkan awarness mereka.

Adapun untuk fair potensial customer (calon pelanggan yang mungkin dapat tertarik untuk membeli produk / jasa yang ditawarkan), cukup dengan program promosi umum yang menjelaskan manfaat dari produk / jasa tersebut untuk dapat meraih awareness mereka.

Disamping program-program promosi yang tepat, maka program kepedulian pelanggan (customer care) perlu pula dijalankan untuk dapat membangun hubungan keterikatan emosional pelanggan, khususnya pelanggan lama (present customer) terhadap suatu brand untuk meraih loyalitas mereka. Hal ini diperlukan mengingat biaya yang diperlukan untuk meraih pelanggan baru jauh lebih besar dibandingkan biaya yang diperlukan untuk mempertahankan pelanggan lama, karena untuk dapat meraih pelanggan baru suatu perusahaan masih harus membangun tingkat awarness mereka akan brand tersebut dari awal. Dengan mempertahankan pelanggan lama (present customer), perusahaan sudah dapat langsung menikmati marjin keuntungan (profit) yang lebih tinggi.

VII. Luncurkan Produk yang Tepat

Suatu Brand dapat meluncurkan produk yang beragam, sehingga dapat memenuhi permintaan lebih dari satu target pasar. Namun peluncuran setiap jenis produk haruslan sesuai dengan kebutuhan dari setiap target pasar yang dituju, dengan ditunjang oleh program promosi yang sesuai pula. Pelebaran berbagai jenis produk yang disesuaikan dengan kebutuhan dari target pasar yang beragam dapat pula meningkatkan daya saing suatu Brand dalam menguasai pangsa pasar yang lebih luas.
Strategi peningkatan daya saing Brand ini banyak dijumpai pada industri telepon genggam (hand phone) yang meluncurkan beragam jenis produk untuk memenuhi kebutuhan yang berbeda dari setiap segmen pasar.

KESIMPULAN

- Pemasaran dan peningkatan daya saing sebuah produk harus ditunjang oleh strategi yang tepat.

- Kualitas produk maupun kualitas layanan yang terkait dengan produk (baik layanan saat penjualan dan layanan purna jual) sangat menentukan keputusan membeli konsumen, yang merupakan elemen penting bagi peningkatan daya saing produk.

- Tiga nilai utama yang harus ditanamkan untuk dapat meningkatkan daya saing produk:

- Operational excellence.

- Customer Intimacy.

- Product Leadership.

- Inovasi berkesinambungan tetap perlu dilakukan untuk selalu memberi Nilai tambah (value added) dari suatu produk agar dapat memenuhi kebutuhan terselubung (unarticulated / deeply need) dan bahkan melebih harapan konsumen saat itu (exceeding the customer expectation).

- Tracking terhadap kebutuhan pasar harus dilakukan secara berkesinambungan agar Inovasi yang dilakukan tetap sesuai dengan kebutuhan pasar.

- Tetapkan Positioning Statement yang tepat.

- Ciptakan Brand Equity yang kuat untuk meraih loyalitas pelanggan.

- Ciptakan Citra (Image) Positif yang mendukung terbentuknya Brand Equity.

- Jalankan program promosi yang tepat untuk meningkatkan efisiensi

- Pertahankan pelanggan lama (present customer) dengan program customer care untuk membangun keterikatan emosional pelanggan.

- Luncurkan produk yang tepat untuk setiap segmen pasar yang dituju, yang disesuaikan dengan kebutuhan dari masing-masing segmen pasar. Berikan nilai tambah pada setiap produk baru yang diluncurkan.

- Survey berdasarkan aspek psikografi tetap diperlukan dalam pengembangan sebuah produk, agar dapat benar-benar memenuhi kebutuhan dan harapan segmen pasar yang dituju. Survey yang hanya didasari pada aspek demografi dan geografi saja kurang dapat mewakili cerminan kebutuhan pelanggan.

prepared by PriMora B Harahap

7 Dec 2000